Indahnya cinta seperti air yang tercurah ke bumi saat tanah sedang dahaga.Cinta adalah kasih tanpa suara ...lembut,selembut bibir bayi yang terlena didada sang bunda.

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 12 November 2010

Rahasia ~ Korrie Layun Rampan

Seperti sejumlah kata
Yang menggelepar ke luar
Meniti buih demi buih
Dunia yang terlantar

Seperti sejumlah musim
Yang kering, basah, dan mandi cahaya
Merangkak pada sumbu
jantung kita

Seperti sejumlah risau, benci dan cinta
Yang berpendar pada waktu
Menggaram akar-akar nafsu
Antara Adam lagu impian ziarahmu

Seperti sejumlah kata
Yang menyalin nama-nama
Meniti buih demi buih
jiwa kita

1973


Puisi Oleh: Korrie Layun Rampan

Kota Kita di Sini ~ Korrie Layun Rampan

Kota kita di sini
Dijilat ruh-ruh hidup dan mati

Kota kita di sini
Petak-petak pahir manis dan asam
Menderu diketermanguan
Berpeluh manik-manik logam

Kota kita di sini
Diri kehidupan yang gelisah
Memanjat rumah demi rumah

1973 


Puisi Oleh: Korrie Layun Rampan

Pintu ~ Korrie Layun Rampan

Pintu biru diketuk dari luar
Siapakah yang berdiri di situ
Dengan suara yang lirih samar

Kujenguk dari jendela bersama angin gemetar
Hanya sebuah kenangan yang luka
Bernyanyi, bernyanyi ke ujung apar

1973 


Puisi Oleh: Korrie Layun Rampan

Tarakan ~ Korrie Layun Rampan

Pulau kecil mendongak langit
Dan mengaca taut yang tertawa
Angin di bandar dan pawang
Membaca mantera buaya

Tambur perang di dadanya
Mengetuk-ketuk jantung lukal

1973 


Puisi Oleh: Korrie Layun Rampan

Rabu, 10 November 2010

1973 ~ Korrie Layun Rampan

Antara baunan jejak-jejak waktu
Dan 1.000.000 luka bayang
Kitalah musafir hilang
Mencari gelepar sisa pagi

Adalah perih luka
Garaman cuka peristiwa-peristiwa hari
Adalah 1001 tangan topan
Memukul jantung pelabuhan penghabisan

Tinggal torehan-torehan impian
Pada wajah dan seluruh tubuh
Bersimbah darah dan peluh

1973


Puisi Oleh: Korrie Layun Rampan

Doa Seorang Bocah Tuna ~ Korrie Layun Rampan

Berikan padaku pagi
Cahaya dan kebun bunga
Sungai membelah cakrawala
Lubuk-Mu kaca

Berikan padaku siang
Terik didih warna kehidupan
Benua jauh dan tanjung pulau
Tugu-Mu yang kukuh di tengah desau

Berikan padaku senja
Cangkir kopi, perapian dan buku tua
Kacara rabun dan pantai sejarah
Bukit-Mu megah

1973


Puisi Oleh: Korrie Layun Rampan

Dalam Kirai Sayap Waktu ~ Korrie Layun Rampan

Dalam kirai sayap waktu
Engkaukah di situ
Suara samar lirih
Seakan-akan merangkai tasbih

Gugusan kebun apel
Suara serangga
Meramu kehidupan

Seekor serangga
Meramu daun hijau
Seekor serangga
Membangunkan rumahnya

1973 


Puisi Oleh: Korrie Layun Rampan